Sabtu, 07 Januari 2012
Q kira, Quiz
Selasa, 20 Desember 2011 seluruh mahasiswa matakuliah Bimbingan dan Konseling Sekolah dikagetkan dengan perintah Ibu Dina selaku dosen pengampuh matakuliah Bimbingan dan Konseling Sekolah. Ibu Dina memerintahkan kami untuk mengeluarkan kertas selembar. Kaget, salah satu reaksi yang timbul dari kami semua. Kami mengira akan dilakukan quiz yang bahannya berasal dari buku Winkel yang merupakan buku yang kami gunakan di MK. Bimbingan dan Konseling Sekolah. Ternyata dan ternyata, kami diberi pertanyaan sebagai berikut;
1. Sebutkan materi perkuliahan yang Anda ingat selama perkuliahan BK!
2. Sebutkan materi yang paling Anda sukai, dan jelaskan mengapa!
3. Sebutkan materi yang paling Anda tidak sukai, dan jelaskan mengapa!
4. Tuliskan kritik dan saran Anda mengenai semua yang terkait dengan MK. BK!
5. Jika Anda sudah menulis nama dan NIM, Anda boleh menghapusnya!
Soalnya memang enak, tapi yang buat ga enak ternyata tujuan Ibu Filia Dina memberikan soal tersebut, agar Bu Dina tau materi apa-apa saja yang kami ketahui selama menjalani perkuliahan BK, sehingga bisa dijadiin bahan UAS. Wah, semoga saja soal UAS tidak teoritis. Amin.
Sekian dan terima kasih ^_^
Jonny English
Kamis, 10 November 2011
Saat ini, saat-saat disibukkan dengan jadwal kuliah yang sangat padat, teringat sesuatu yang membuat saya tersenyum, yaitu Mr. Been. Siapa sih yang tidak mengenal komedian asal Inggris tersebut? Hampir semua orang pasti mengenal dirinya. Kamis, 10 November 2011 merupakan kesempatan pertama saya untuk melihat kebijaksanaannya di dalam sebuah film yang berjudul Jonny English. Mr. Been merupakan tokoh utama dalam film tersebut, dan ia memerankan tokoh sebagai Jonny English.
Mr. Been membuat isi 21 theater 1 yang berisi sebahagian anggota PEMA, tertawa terbahak-bahak meliat kekonyolannya. Walaupun terlihat konyol, Mr. Been sebagai Jonny English terlihat bijak dalam film terbarunya itu. Kebijaksanaan yang telah saya sebutkan tadi, didapatnya dari hasil belajarnya di Cina untuk belajar kungfu.
21 Sun Plaza diisi sebahagian anggota PEMA, karena pada saat atau pada hari itu merupakan hari arisan buat seluruh anggota PEMA yang juga dihadiri oleh Ibunda kesayangan kami, yaitu Ibu Filia Dina Anggaraeni, dan pada hari itu juga merupakan hari terakhir kami menjalani ujian mid semester.
^Terima Kasih telah membaca Blog saya^
Rabu, 04 Januari 2012
Presentasi Praktek BK
Selasa, 13 Desember 2011
Masih dengan suasana di tahun 2011, hasil praktek melakukan konseling dipresentasikan oleh tiap-tiap kelompok. Kami kelompok V (Sari, Una, Odon, dan saya) mendapat kesempatan mempresentasikan salah satu hasil praktek kami.
Teknik yang kami gunakan untuk praktek adalah teknik RET dan teknik Konseling Behavioristik. Teknik RET adalah singkatan dari Rational Emotive Therapy. Dalam istilah Indonesia, teknik ini digunakan dengan menekankan kebersamaan dan interaksi antara berpikir dengan akal sehat, berpikir, berperilaku, serta sekaligus menekankan bahwa suatu perubahan dala cara berpikir dapat menghasilkan perubahan perasaan dan perilaku (Winkel, 2010).
Dalam teknik RET yang kami gunakan, kami mengangkat kasus tentang seorang siswa kelas II SMA yang berkelahi dengan temannya. Menurutnya, dia mengaku berkelahi dengan temannya dikarenakan temannya sering berbica dengan cowonya. Dia berpikir, jika cowonya sering berbicara dengan temannya, mereka ada hubungan khusus, sehingga ia merasa ia harus melabrak temannya itu, dan terjadilah perkelahian, ia menjambak temannya itu. Lalu ia pun dibawa ke ruangan BK di sekolahnya.
Guru BK sekolahnya melakukan bimbingan dan konseling yang bertujuan merubah pola pikirnya, sehingga merubah perasaan yang irasional menjadi rasional yang akhirnya merubah perilakunya. Proses konseling pun dilakuka, dan dihasilkan pikiran yang rasioanl, sehingga ia merasa seharusnya ia tidak melakukan hal seperti itu.
SEKIAN dan Terimakasih ^^
Selasa, 22 November 2011
Indonesia Tetap di Hati
Indonesia vs Malaysia.
Tema ini sebelumnya telah saya terbitkan di blog saya yg kedua,http://yohana-sazlila.blogspot.com/
Walaupun akhirnya Indonesia hanya menjadi runner up, tapi Indonesia tetap ngebanggai! 45 menit + 45 menit + babak tambahan (15 menit + 15 menit), total main selama 120 menit tidak menggoyahkan Garuda Muda, mereka mampu main imbang dengan kadal air. Main Komodo lebih baik dari main kadal air, hal ini terbukti dan ditunjukkan dari hasil statistik perbandingan main Indonesia vs Malingsia. Setelah 120 menit berlalu, dilakukan tendangan finalti, dimana Komodo memiliki kesempatan menendang yang sama dengan si kadal. Hasilnya mengecewakan, tapi membuat Indonesia bangga dan terharu atas jeri payah timnas Garuda muda! Komodo, Garuda muda, dan Indonesia tetep di hati!
Kamis, 17 November 2011
Ruang Lingkup Bimbingan
1. Makna dan Tujuan Pelayanan Bimbingan Konseling
Istilah Bimbingan dan Konseling merupakan terjemahan dari kata Guidance dan Counseling dalam bahasa Inggris, yang berarti:
Guidance: berasal dari kata Guide, yang berarti menunjukkan jalan, memimpin, menuntun, memberikan petunjuk, mengatur, mengarahkan, memberikan nasihat. Counseling: yang dikaitkan dengan kata Counsel, yang diartikan sebagai nasihat, anjuran, pembicaraan, sedangkan counseling diartikan sebagai pemberian nasehat, anjuran, dan pembicaraan dengan bertukar pikiran.
Sedangakan istilah Bimbingan dalam bahasa Indonesia berarti memberikan informasi (menyajikan pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengambil suatu keputusan, atau memberitahukan sesuatu sambil memberikan nasihat), selain itu bimbingan berarti mengarahkan, menuntun ke suatu tujuan (tujuan itu mungkin hanya diketahui oleh pihak yang mengarahkan, mungkin perlu diketahui oleh kedua belah pihak). Tujuan dari pelayanan bimbingan adalah untuk mengembangkan kepribadian seoptimal mungkin. Bantuan yang diberikan bersifat psikis atau psikologis.
Terdapat 2 aspek dalam konseling:
· Aspek proses, menunjuk kenyataan bahwa konseli/klien mengalami suatu rangkaian perubahan dalam diri sendiri,yang membawa dia dari saat masalah disadari, diungkapkan dan belum ada penyelesaiannya di saat masalah telah terpecahkan secara memuaskan.
· Aspek pertemuan tatap muka, menunjuk pada periode waktu konseli/klien berhadapan tatap muka dengan konselor serta berwawancara dengan konselor mengenai masalah yang dihadapi.
2. Orang-Orang yang Dilayani
Orang-orang yang dilayani pada bimbingan dapat dilihat dari 2 sudut pandang, yaitu:
· Ruang lingkup pelayanan Bimbingan dan Konseling tidak dibatasi pada golongan, usia atau kepribadian tertentu.
· Kualifikasi pihak yang mendapat pelayanan Bimbingan dan Konseling
B. Bimbingan di Sekolah
Generasi muda dianggap paling banyak mendapatkan bimbingan, hal ini terkait dengan tugas perkembangannya. Adanya pelayanan bimbingan di sekolah memberikan jaminan bahwa setiap peserta didik mendapat perhatian sebagai seorang pribadi yang sedang berkembang serta mendapat bantuan dalam menghadapi semua tantangan, kesulitan dan masalah yang berkaitan dengan perkembangan mereka. Sasaran pelayanan bimbingan di sekolah menyangkut tujuan hidup, tata nilai kehidupan, cita-cita realistis kehidupan terhadap diri sendiri dan lingkungan.
C. Asas-asas Pelayanan Bimbingan di Sekolah
a. Memberikan perhatian pada keseluruhan perkembangan siswa
b. Berdasarkan dunia subjektif masing-masing siswa
c. Kerjasama antara tenaga kependidikan yang membimbing dengan siswa yang dibimbing
d. Berasaskan pengakuan akan martabat akan individu yang dibimbing
e. Mengintegrasikan semua pengetahuan yang berkaitan dengan pemberian bantuan psikologis
f. Dapat dimanfaatkan oleh semua siswa
g. Bercirikan sebagai suatu proses yang berlangsung terus-menerus
D. Kaitan antara Bidang Bimbingan dan Bidang- Bidang yang Lain dalam Pendidikan Sekolah
Sasaran pelayanan bimbingan dan pengintegrasian semua pengalaman hidup seseorang, termasuk pengalaman selama bersekolah. Bidang pengajaran menyajikan sejumlah pengalaman belajar, sedangkan pelayanan bimbingan mengajak siswa untuk berefleksi atas pengalaman belajar. Jadi, bidang bimbingan dan bidang pengajaran sebenarnya dan seharusnya berfungsi dalam pengelolaan satu program kegiatan pendidikan di suatu lembaga pendidikan.
Sumber:
Winkle & Sri Hastuti, 2010: Bimbingan dan Konseling, Media Abadi; Yogyakarta
